6 Pemain yang sukses jadi Pelatih peraih Trofi Liga Champions

Piala UCL

Dagelan –  Ajang Liga Champions dianggap sebagai salah satu ajang yang prestisius. Tentu menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi seseorang jika bisa menjuarai kompetisi tersebut. Sejak pertama kali digelar pada 1955, Liga Champions (yang dahulu disebut Piala Champions) telah dijuarai oleh 39 klub sepak bola. Real Madrid jadi klub yang paling sering juara, yakni 10 kali.

Banyak dari pemain yang berkiprah di Liga Champions yang telah mendapatkan predikat juara kemudian berprofesi sebagai pelatih setelah mereka gantung sepatu.  Jika kita berbicara mengenai sosok pemain yang berhasil menjuarai Liga Champions sebagai pemain dan pelatih sekaligus, ternyata hanya ada enam orang saja. Keenam orang yang sukses sebagai pemain dan pelatih sekaligus di Liga Champions yakni :

Miguel Munoz (Real Madrid: pemain 1956, 1957 ; pelatih: 1960, 1966)

Miguel Munoz lahir di Madrid, Spanyol pada 19 Januari 1922. Ia berposisi sebagai gelandang dan memperkuat Real Madrid pada periode 1948-1958. Sebagai pemain, Munoz membawa El Real menjadi juara Piala Champions dua kali secara beruntun, yakni 1956 dan 1957.

Setelah pensiun, Munoz tercatat melatih Real Madrid sebanyak dua periode, tepatnya pada 1959 dan 1960-1974. Pada periode kedua itulah, Munoz membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions pada 1960 dan 1966.

Giovanni Trapattoni (Pemain : AC Milan 1963, 1969 ; Pelatih : Juventus 1985)

Giovanni Trapattoni lahir di Cusano Milanino, Italia, 17 Maret 1939 (umur 77 tahun) adalah mantan pemain dan seorang pelatih sepak bola Italia, dianggap sebagai pelatih klub paling sukses dalam sejarah Serie A. Ia juga satu-satunya manajer yang memenangkan semua kompetisi klub UEFA, dan Piala Intercontinental.

Ia merupakan salah satu pelatih senior Italia yang memiliki prestasi mengagumkan. Semasa masih bermain, pria berjulukan Il Trap itu pernah memperkuat AC Milan sebagai bek tengah dan gelandang bertahan pada 1953-1971. Kala itu, Trapattoni tercatat membawa AC Milan merengkuh sejumlah trofi, termasuk titel Liga Champions pada 1963 dan 1969.

Setelah gantung sepatu, Mr Trap banting setir menjadi pelatih dan bergabung ke Juventus pada 1976. Trapattoni kemudian membawa klub asal Turin itu juara Liga Champions pada 1985. Juventus saat itu menang 1-0 atas Liverpool pada babak final berkat eksekusi penalti Michel Platini. Laga tersebut digelar di Stade de Heysel, Brussels, Belgia.

Johan Cruyff (Pemain : Ajax Amsterdam 1971, 1972 ; Pelatih : FC Barcelona 1992)

Pemilik nama lengkap Hendrik Johannes Cruijff lahir di Amsterdam, Belanda, 25 April 1947 (meninggal di Barcelona, 24 Maret 2016 pada umur 68 tahun) adalah seorang mantan pemain dan pelatih sepak bola Belanda. Selain bermain untuk Ajax dan Barcelona, ia juga menjadi bagian dari tim nasional sepak bola Belanda yang menjadi juara kedua Piala Dunia 1974.

Saat masih aktif sebagai pemain, Cruyff berhasil mendapatkan dua trofi Liga Champions bersama Ajax Amsterdam, tepatnya pada 1971 dan 1972. Adapun sebagai pelatih, Cruyff telah mengantarkan FC Barcelona menjuarai Liga Champions pada 1992. Kala itu, El Barca menang 1-0 atas Sampdoria berkat gol Ronald Koeman. (kini Manajer Southampton).

Carlo Ancelotti (Pemain : AC Milan 1989, 1990 ; Pelatih : AC Milan 2003, 2007, Real Madrid 2014)

Carlo Ancelotti lahir di Reggiolo, Italia, 10 Juni 1959 (umur 56 tahun) adalah seorang manajer sepak bola dan mantan pemain sepak bola asal Italia. Sebagai pemain, Ancelotti bermain sebagai gelandang dan pernah 26 kali memperkuat tim nasional sepak bola Italia, termasuk pada putaran final Piala Dunia 1990.

Karier klubnya diawali bersama Parma pada tahun 1976. Tiga tahun kemudian ia pindah ke AS Roma dan berhasil meraih gelar juara Serie A dan Piala Italia bersama klub ibukota Italia tersebut.

Dari 1987 hingga 1992 ia memperkuat AC Milan dan merupakan anggota tim Milan yang menjuarai Piala Champion UEFA pada tahun 1989 dan 1990. Carlo Ancelotti menjadi pemain sekaligus pelatih yang paling banyak meraih trofi Liga Champions. Saat masih menjadi pesepak bola, Ancelotti dua kali juara Liga Champions bersama AC Milan, yakni 1989 dan 1990.

Adapun sebagai pelatih, Pada tahun 2013 Ancelotti mulai menangani Real Madrid menggantikan posisi Jose Mourinho yang hijrah ke Chelsea. Dimusim pertamanya 2013-2014 Ancelotti sukses mempersembahkan gelar Copa Del Rey dalam final El Clasico dan La Decima dalam final Derby Madrileno. Pada musim keduanya 2014-2015 menangani Real Madrid Ancelotti sukses mempersembahkan gelar Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub serta mengantar klub meraih kemenangan beruntun 22 kali sampai akhir Desember 2014.

Pada tahun 2015 performa Real Madrid menurun akibat cedera dan itu mempengaruhi masa depan Ancelotti di klub. Pada akhir musim Real Madrid memutuskan untuk memberhentikan Ancelotti karena tidak bisa mempersembahkan gelar apapun.

Ancelotti tiga kali juara Liga Champions. Dua di antaranya direngkuh saat menukangi AC Milan (2003 dan 2007), dan satu lagi ketika menangani Real Madrid (2014).

Frank Rijkaard (Pemain : AC Milan 1989, 1990, Ajax Amsterdam 1995 ; Pealtih : FC Barcelona 2006)

Bernama lengkap Franklin Edmundo Rijkaard ini lahir di Amsterdam, Belanda, 30 September 1962 (umur 53 tahun) adalah seorang mantan pemain sepak bola asal Belanda, pelatih dan manajer. Rijkaard pernah bermain untuk klub sepak bola Ajax Amsterdam, Real Zaragoza dan AC Milan. Ia juga bermain untuk timnas sepak bola Belanda sebanyak 73 kali dan menyarangkan 10 gol.

Selain itu Rijkaard menjadi manajer FC Barcelona sejak 2003 hingga 2008 . Posisi Rijkaard di FC Barcelona kemudian digantikan oleh Josep Pep Guardiola. Pria yang mempunyai rambut keriting ini pernah menjuarai Liga Champions sebanyak empat kali. Tiga di antaranya sebagai pemain, dan sisanya sebagai pelatih. Kala masih bermain, Rijkaard dua kali mengangkat trofi Liga Champions bersama AC Milan (1989 dan 1990), dan Ajax Amsterdam (1995).

Sementara itu, Rijkaard memenangi Liga Champions sebagai pelatih saat menangani FC Barcelona. Ia meraihnya pada 2006. Kala itu Barcelona mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1.

Josep Guardiola (Pemain : FC Barcelona 1992 ; Pelatih : FC Barcelona 2009, 2011)

Pria bernama lengkap Josep “Pep” Guardiola i Sala lahir di Santpedor, Barcelona, Catalunya, Spanyol, 18 Januari 1971 (umur 45 tahun) merupakan seorang mantan pemain sepak bola Spanyol, yang mulai awal musim 2013–14 menjadi pelatih FC Bayern München.

Sewaktu menjadi pemain di Barcelona, dahulu ia berposisi sebagai gelandang bertahan. Saat itu, Guardiola dkk dilatih oleh Johan Cruyff berhasil memenangkan trofi Liga Champions pada tahun 1992.

Selepas gantung sepatu, Guardiola memutuskan untuk jadi pelatih. Pada musim awal kepelatihannya, Barcelona berhasil mengakhiri musim dengan meraih tiga gelar sekaligus (treble), yaitu: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Selain itu, Barcelona menjadi tim tersubur di antara jajaran liga-liga terbaik Eropa dengan mencetak sekitar 150 gol di semua kompetisi.

Pada tahun 2009, menjadi puncak kejayaannya Pep Guardiola dengan Barca, dengan meraih 6 trofi sekaligus di kejuaraan domestik, maupun di Eropa. Trofi yang dimenangkan Pep bersama Barca pada tahun itu, yaitu: La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA, sekaligus menjadi pelatih terbaik tahun musim itu.

Guardiola tercatat sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah Barcelona dengan 14 (empat belas) trofi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun melatih. Ia berhasil membawa Barcelona dua kali juara Liga Champions, yakni pada 2009 dan 2011.

 

 

 

 

author
No Response

Leave a reply "6 Pemain yang sukses jadi Pelatih peraih Trofi Liga Champions"