Mulai 30 Agustus Pelanggar Sistem Genap-Ganjil bakal dikenakan denda Maksimal

1

Dagelan – Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya,‎ AKBP Budiyanto mengungkapkan, Kepolisian telah mendapat hasil yang positif selama uji coba sistem genap-ganjil, salah satunya kemacetan di bekas jalur 3 in 1 tersebut berkurang.

Menurutnya tingkat pelanggaran lalu lintas di jalur tersebut terlihat menurun dengan tingkat pelanggaran yang fluktuatif. “Kalau pelanggarannya ya fluktuatif,‎ data terakhir setelah 14 hari uji coba ini pelanggaran turun hingga 9,1 persen. Kita hanya masih berikan teguran lisan dan tertulis,” kata AKBP Budiyanto, Senin (15/8/2016).

Lebih lanjut AKBP Budiyanto menjelaskan, Polda Metro dan pemprov DKI sepakat untuk memberlakukannya ketika uji coba penerapan sistem ganjil-genap tersebut berakhir.

“Nanti pas 30 Agustus akan dilakukan penegakan hukum, dengan denda maksimal kurungan dua bulan atau denda Rp 500 ribu,” jelas AKBP Budiyanto.

Semenatara itu, menurut Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Trans Provinsi DKI Jakarta Priyanto, dari hasil rapat evaluasi tersebut, terdapat beberapa catatan yang harus diperhatikan.

Menurutnya, ada beberapa kendala seperti percepatan pemasangan rambu lalu lintas. Terdapat juga beberapa catatan kendala yang terjadi di lapangan yang perlu dievaluasi sehingga membuat kendaraan menjadi kurang lancar.

“Ada beberapa titik terjadi penyempitan karena pembangunan MRT. Nah di jalan yang alternatif inilah yang menjadi peningkatan volume kendaraannya karena perilaku dari pengemudi yang suka serobot sana serobot sini, ini perlu dibenahi catatan kita,” ujar Priyanto.

author
No Response

Leave a reply "Mulai 30 Agustus Pelanggar Sistem Genap-Ganjil bakal dikenakan denda Maksimal"