Sertifikasi Halal dari LPPOM MUI

No comment 2257 views

halal-mui

Dagelan –  Kata halal berasal dari bahasa arab (حلا ل) yang berarti disahkan, diizinkan, dan dibolehkan. Adapun yang berhak menghalalkan atau mengharamkan suatu makanan/minuman hanyalah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Makanan tersebut dikatakan halal bila memenuhi 2 unsur yakni halal dari zatnya (makanan tersebut memang tergolong makanan halal) dan halal dari cara mendapatkannya. Suatu makanan/minuman akan terasa lebih aman untuk dikonsumsi apabila ada sertifikat halal dalam produk tersebut dari lembaga resmi yang mengawasinya di pasaran.

Sertifikat Halal adalah suatu fatwa tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal tersebut merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman “LABEL HALAL” pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang yakni LPPOM MUI.

LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) adalah lembaga yang bertugas kuat untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk baik pangan dan turunannya, obat-obatan dan produk kosmetik apakah aman dikonsumsi baik dari sisi kesehatan dan dari sisi pengajaran agama Islam yakni halal atau boleh dan baik untuk dikonsumsi bagi umat Muslim khususnya di wilayah Indonesia. Selain itu lembaga ini juga memberikan rekomendasi, merumuskan ketentuan dan bimbingan kepada layanan masyarakat.

Pengadaan Sertifikasi Halal pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk lainnya bertujuan untuk memberikan kepastian status kehalalan suatu produk, sehingga dapat menentramkan batin konsumen muslim. Namun ketidaktahuan seringkali membuat minimnya perusahaan memiliki kesadaran untuk mendaftarkan diri guna memperoleh sertifikat halal.

Adapun Syarat kehalalan suatu produk meliputi :

1. Tidak mengandung DNA babi dan bahan-bahan yang berasal tradisional dari babi

2. Tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan seperti; bahan yang berasal dari organ tubuh manusia, darah, dan kotoran-kotoran.

3. Semua bahan yang berasal dari hewan yang disembelih dengan syariat Islam.

4. Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan dan transportasinya tidak boleh digunakan untuk daging babi. Jika pernah digunakan untuk daging babi atau barang yang tidak halal lainnya terlebih dahulu dibersihkan dengan tata cara yang diatur menurut syariat.

Jaminan Halal dari Produsen

Masa berlaku Sertifikat Halal adalah 2 tahun. Hal tersebut untuk menjaga konsistensi produksi produsen selama berlakunya sertifikat. Sedangkan untuk daging yang diekspor Surat Keterangan Halal diberikan untuk setiap pengapalan.

 

author
No Response

Leave a reply "Sertifikasi Halal dari LPPOM MUI"